Salib Putih
Antara batas kota
waktu berjalan menetap
dalam keteduhan
angin sejuk menyambut
setelah usai perang
Sementara menghias perbukitan
salib-salib putih bersorak
terkadang pilu namun bersinar
tanda cinta bagi yang telah mati
merajut perdamaian, setelah usai perang
Balide, 17/04/2010
Hujan
Debu-debu beterbangan dari tanah-tanah retak
dalam pelukan udara panas, manusia berkeringatan
dari kekeringan menahun, bumi terjaga
Merindukan hujan membasahi asa
menanti langit mendung dan gelegar petir
agar musim penghujan tiba dan biji-biji ditebarkan
Ponte-Meira, 16/10/2009
September Hitam
Bunga layu menjadi hitam
udara bertiup menjadi angin hitam
anjing meraung pada rumah gosong hitam
mayat bergeletakan di jalanan hitam
Angkasa pun berarakan awan hitam
air mengaliri puing-puing kota yang hitam
antara jiwa dan raga yang berebut laras hitam
sebuah sudut, sebuah nisan dengan memori hitam
Perkampungan pun porak-poranda hitam
kabar menyebarkan cerita-cerita hitam
potret-potret lusuh dengan kesaksian hitam
sayap-sayap mengangkasa dengan kenangan hitam
Orang-orang dengan lutu hitam
menyanyikan kidung hitam
menghidupkan monumen hitam
mengabadikan September Hitam
bergerak melepas hitam
bangkit rebut hari baru!
Díli, 01/09/2016
* Lutu adalah tanda perkabungan yang lazim pada masyarakat Timor-Leste. Diwujudkan dalam bentuk pakaian hitam atau secarik kain hitam yang dikenakan sesuai garis kekerabatan dari orang yang meninggal. Seseorang dalam masa lutu umumnya menghindari aktivitas bersenang-senang dalam jangka waktu tertentu.
Pintura: Alfe RM

Leave a Reply